Menyambung
tulisan saya terdahulu, diakui atau tidak sosok Fatin memang sangat
fenomenal. Kemunculannya sangat mengejutkan. Kita dibuat terperanjat dan
benar-benar surprised dengan karakter vokalnya yang kuat, sementara
penampilannya sangat lugu dan polos sesuai usianya yang memang masih
sangat belia.
Para
juri audisi ketika itu dibuat “melongo” untuk selanjutnya terhanyut
dalam alunan nada dan lenggak lenggok vokal Fatin yang memaksa mereka
untuk ikut bergoyang dan berdendang mengiringinya tampil. Penonton di studio dan yang menyaksikan rekaman audisinya di rumah dibuat terpesona dan jatuh cinta.
Bagaimana tidak, gadis yang baru beranjak dewasa dengan penampilan sederhana layaknya anak tetangga yang berangkat sekolah lewat depan rumah ini ternyata
memiliki anugerah karakter suara yang mungkin sangat jarang dimiliki
artis penyanyi professional sekalipun di Indonesia. Ahmad Dhani justru
menyamakan suara Fatin dengan penyanyi era 80an Cindy Lauper yang
terkenal dengan lagu Time After Time.
Satu lagi nilai lebih Fatin, dia tetap memegang teguh aqidahnya sebagai muslimah dengan tetap berjilbab. Bahkan Kaka dan Bimbim SLANK yang juga mendukungnya,
meminta Fatin agar tidak lepas jilbab meskipun sudah jadi artis
terkenal nanti padahal sekarang saja Fatin sudah jauh lebih populer
dibanding artis profesional yang ada di Indonesia.
Melihat
sepintas sosok Fatin memang tak jauh beda dengan remaja putri pada
umumnya yang ceria, lugu dan senang tampil apa adanya. Tak hanya itu,
pengalamannya juga sangat minim tentang musik apalagi dunia
entertainment yang hingar bingar. Bahkan konon Fatin sering tertidur di
kelas, pernah dihukum karena terlambat datang sekolah dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Doyan nyabu (sarapan bubur) jugadi kantin sekolah.Benar-benar sosok anak SMA rata-rata, tak istimewa dan sangat apa adanya.
Namun semua itu justru menjadi faktor
pendukung X Factor yang dimilikinya dalam hal ini karakter vokalnya
yang khas dan kuat. Keluguan, kelucuan, kepolosan, spontanitas dan semua
keterbatasannya sebagai siwi SMA rat-rata justru menjadi daya tarik
tersendiri yang membungkus karakter vokalnya. Disinilah letak kekuatan
si anak tetangga sebelah rumah dengan anugerah yang luar biasa ini.
Diakui
atau tidak, Fatin menjadi inspirasi remaj khususnya remaja Putri yang
memiliki cita-cita serupa. Ia telah menjadi inspirasi generasi muda
Indonesia untuk menggali potensi yang dimiliki dan mengoptimalkannya.
Setidaknya Fatin mampu membuktikan bahwa tak ada yang tak mungkin jika
mau berusaha dengan mengoptimalkan kelebihan yang kita punya dan
menjadikan kekurangan kita sebagai keunikan yang justru dapat menjadi
daya tarik yang tak dimiliki orang lain.
Siapa yang mengira, bahkan Fatin sendiri mungkin tak pernah mengira jika kini dia menjadi remaja paling populer
di Indonesia meskipun bukan termasuk dalam kalangan selebritis. Ayah
Fatin, Bahari Lubis, pasti tak pernah menyangka anaknya bisa
setenar sekarang. Bahkan ia baru tahu buah hatinya mampu menyanyi
dengan baik setelah mengikuti audisi X Factor. Sekali lagi tak ada yang
tak mungkin jika kita mau berusaha dan mengoptimalkan anugerah dan potensi yang kita miliki. Fatin telah membuktikannya
Siapa
sangka, si anak tetangga yang sering lewat depan rumah itu kini menjadi
remaja yang penampilannya paling ditunggu-tunggu di layar TV. Sebuah
pelajaran berharga dari seorang anak SMA bernama Fatin Shidqia Lubis.
Jika Fatin bisa, mengapa kalian tidak?
Disadur dari Fatin anak tetangga yang mendunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar